Jenis-jenis modal kerja penting untuk diketahui, terutama bagi kamu yang sedang menjalankan bisnis atau usaha. Tanpa adanya modal kerja, usaha kamu akan mengalami kesulitan, khususnya untuk mengadakan biaya operasional.
Sebuah usaha wajib memiliki modal untuk memastikan kelancaran kegiatan operasional di dalamnya. Nah, supaya kamu dapat mengoptimalkan modal kerja dengan baik, perlu sekali mengetahui konsepnya secara tepat.
Untuk mengetahui lebih dalam mengenai modal dalam perusahaan, simak pembahasan di bawah ini dengan seksama.
Hitung Pinjaman dan Tagihanmu
Tentukan jumlah dan tenor pinjaman
*Beberapa nominal pinjaman hanya dapat memilih tenor tertentu
Bunga 0%
*Biaya admin, bunga, dan tenor bervariasi untuk setiap pengguna
Butuh tambahan dana untuk buka usaha? Tenang, ada pinjaman modal usaha dari JULO Kredit Digital!
Apa yang Dimaksud Modal Kerja?
Modal kerja atau biasa disebut working capital, secara umum dapat didefinisikan sebagai investasi perusahaan jangka pendek seperti sekuritas yang dapat dijual, kas, piutang, dan persediaan. Modal ini nantinya akan digunakan perusahaan untuk kebutuhan dan pembiayaan kegiatan rencana usaha yang telah dibuat.
Adapun menurut Jumingan, seorang ahli, modal kerja adalah jumlah harta atau aktiva lancar pada neraca perusahaan. Sedangkan konsep modal bersih merupakan pengurangan harta lancar atau aset dengan pasiva lancar atau utang lancar.
Melalui modal kerja, kamu dapat mengetahui adanya modal bersih dan modal kotor yang terdapat dalam sebuah perusahaan. Untuk waktu tersedianya jenis-jenis modal kerja tergantung pada jenis dan tingkat likuiditas dari aktiva lancar.
Tarik Dana Sekarang, Bayarnya Belakangan!
Bunga ringan, tenor hingga 9 bulan, limitnya hingga Rp50 juta. Tunggu apa lagi? Yuk, lakukan tarik dana sekarang!
Apa Saja Jenis-Jenis Modal Kerja?
Modal bersifat sangat vital bagi perusahaan. Dalam hal ini, modal kerja akan menggerakan perusahaan kamu agar berjalan sesuai harapan yang telah disusun. Tanpa adanya modal kerja, perusahaan atau bisnis akan mengalami kesulitan untuk beroperasi. Modal kerja sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu modal kerja permanen dan modal kerja variabel.
Baca Juga: Mengenal Macam-Macam Modal Usaha untuk Kebutuhan Bisnis
Modal kerja permanen ini harus tetap ada dalam perusahaan untuk dapat menjalankan fungsinya. Sedangkan modal kerja variabel biasanya berubah-ubah dari segi nilainya sesuai dengan perubahan keadaan. Adapun penjelasan secara lebih dalam mengenai jenis-jenis modal kerja tersebut akan dibahas pada artikel di bawah ini.
1. Modal Kerja Permanen (Permanent Working Capital)
Modal kerja permanen ini sifatnya terus menerus atau berkelanjutan. Jenis-jenis modal kerja ini diperlukan perusahaan demi kelancaran usaha atau bisnisnya. Bisa dikatakan juga modal kerja permanen ini sebagai modal yang harus tetap dimiliki perusahaan agar tetap bisa menjalankan fungsi yang semestinya.
Modal kerja permanen dibagi menjadi dua jenis, sebagai berikut:
- Modal kerja primer, yaitu modal kerja minimum yang harus ada pada perusahaan untuk menjamin keberlanjutan usahanya.
- Modal kerja normal, yaitu jumlah modal kerja yang diperlukan untuk perluasan produksi perusahaan.
Butuh tambahan dana untuk buka usaha? Tenang, ada pinjaman modal usaha dari JULO Kredit Digital!
2. Modal Kerja Variabel (Variable Working Capital)
Salah satu dari sekian banyak jenis-jenis modal kerja ini jumlahnya selalu berubah-ubah seiring dengan perubahan kegiatan produksi dalam suatu perusahaan. Modal kerja variabel terdiri dari beberapa jenis, yang mana memiliki pengaruh yang berbeda-beda untuk perusahaan.
Baca Juga: Cara Mendapatkan Modal Usaha untuk Menjalankan Bisnis
Di bawah ini adalah modal kerja variabel yang berlaku di perusahaan:
- Modal kerja musiman, yaitu modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah yang disebabkan oleh fluktuasi musim.
- Modal kerja siklis, yaitu modal kerja yang setiap perubahannya dipengaruhi oleh fluktuasi konjungtur.
- Modal kerja darurat, yaitu modal kerja yang besarannya dapat berubah-ubah dikarenakan keadaan darurat yang tidak diketahui sebelumnya. Misalnya adanya pemogokan buruh, bencana alam, hingga perubahan ekonomi yang mendadak
bbc_btn_pinjamanâââââââ
Apa Saja Konsep Modal Kerja?
Terdapat tiga konsep dalam jenis-jenis modal kerja yang perlu dipahami secara lebih mendalam. Tujuannya supaya visi dan misi perusahaan dalam menjalankan kegiatan usahanya dapat berjalan sebagaimana mestinya. Berikut konsep model kerja tersebut.
1. Konsep Modal Kerja Kuantitatif
Modal kerja dalam konsep kuantitatif merujuk pada seluruh jumlah dari aktiva lancar milik perusahaan. Jenis-jenis modal kerja pada konsep ini dikenal juga dengan sebutan modal kerja bruto. Berdasarkan konsep tersebut, modal kerja ini diberlakukan guna mencukupi kebutuhan dana operasional perusahaan yang bersifat rutin atau jangka pendek.
Baca Juga: Usaha Rumahan Modal Rp50 Ribu
2. Konsep Modal Kerja Kualitatif
Jika pada konsep kuantitatif hanya berkaitan dengan jumlah aktiva lancar saja, maka dalam konsep kualitatif ini jenis-jenis modal kerja akan sangat berkaitan dengan jumlah utang lancar ataupun utang yang pembayarannya harus segera dibayarkan.
Untuk itu, sebagian aktiva lancar wajib tersedia agar bisa membiayai kewajiban finansial perusahaan yang harus segera dilakukan. Modal kerja kualitatif ini sering disebut juga sebagai modal kerja neto. Jumlah aktiva lancarnya sendiri bersumber dari pemilik perusahaan maupun pinjaman jangka panjang.
Butuh tambahan dana untuk buka usaha? Tenang, ada pinjaman modal usaha dari JULO Kredit Digital!
3. Konsep Fungsional
Konsep pada jenis-jenis modal kerja ini menekankan pada fungsi dana perusahaan untuk meraih laba atau pendapatan usaha pokok perusahaan. Dalam hal ini, sebagian dana perusahaan digunakan untuk peningkatan laba perusahaan. Semakin banyak penggunaan dana seharusnya akan semakin tinggi laba yang diperoleh perusahaan.
Sebagaimana namanya, sebagian dana lainnya pada konsep fungsional ini digunakan untuk bisa menghasilkan pendapatan untuk periode akuntansi selanjutnya, atau disebut juga dengan future income.
Apa Saja Komponen Modal Kerja?
Setelah memahami konsep dan jenis-jenis modal kerja, selanjutnya kamu perlu memahami komponen modal kerja, terutama yang ada pada konsep kerja kualitatif. Pada konsep model kerja kualitatif terdapat modal kerja neto, yaitu kelebihan aktiva lancar di atas utang lancar.
Untuk komponen modal kerja yang mencakup aktiva lancar dan utang lancar akan dijelaskan lebih dalam lagi di bawah ini.
1. Aktiva Lancar
Tarik Dana Sekarang, Bayarnya Belakangan!
Bunga ringan, tenor hingga 9 bulan, limitnya hingga Rp50 juta. Tunggu apa lagi? Yuk, lakukan tarik dana sekarang!
Aktiva lancar merujuk pada uang kas yang diharapkan dapat dicairkan menjadi uang tunai. Bisa juga dijual dan dikonsumsi dalam periode berikutnya, paling lama satu tahun dalam perputaran kegiatan perusahaan dengan kondisi normal.
Adapun yang termasuk ke dalam aktiva lancar, diantaranya uang tunai, investasi jangka pendek, piutang dagang, wesel tagih, penghasilan yang masih akan diterima perusahaan, persediaan barang, dan pengeluaran biaya yang dibayar di muka.
2. Utang Lancar
Komponen pada jenis-jenis modal kerja selanjutnya yaitu utang lancar atau utang jangka pendek. Utang lancar atau utang jangka pendek dapat didefinisikan sebagai kewajiban keuangan perusahaan yang pelunasannya atau pembayarannya akan dilakukan dalam jangka waktu pendek. Biasanya satu tahun sejak tanggal neraca. Proses pembayaran ini akan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki perusahaan.
Berikut yang termasuk ke dalam utang lancar, di antaranya utang dagang, wesel bayar, penghasilan perusahaan yang ditangguhkan, utang dividen, utang pajak, kewajiban pembayaran yang harus dipenuhi, dan utang jangka panjang yang telah jatuh tempo.
3. Persediaan
Persediaan ini merupakan bagian utama dari modal kerja, sebab jika dilihat dari jumlahnya paling besar dari dua komponen di atas. Tetapi ini merupakan hal yang wajar, karena persediaan merupakan faktor penting dalam menentukan operasi perusahaan.
Tanpa ada persediaan yang memadai, bisa jadi perusahaan tidak akan memperoleh keuntungan sesuai dengan yang diharapkan. Proses produksi pun akan terganggu dengan ketiadaannya persediaan ini.
Demikian jenis-jenis modal kerja yang perlu kamu ketahui, terutama mengenai konsepnya. Untuk mendapatkan modal usaha dengan tujuan meningkatkan level bisnis Anda, layanan JULO hadir dengan kemudahan proses pengajuannya.
Punya Usaha Makin Mudah dengan JULO!
Fitur pinjaman online dari JULO bisa bantu wujudkan mimpimu punya bisnis. Cara tarik dana online mudah di JULO sebagai berikut:
- Klik fitur ‘Tarik Dana’ di homepage aplikasi JULO.
- Masukkan jumlah dana online, jangka waktu tenor dan tujuan pinjaman dana online.
- Konfirmasi tarik dana online dengan PIN dan tanda tangan.
Cukup dengan sekali pengajuan, kamu dapat menikmati seluruh fiturnya. Yuk download aplikasinya sekarang juga dan masukkan kode promo siap melesat untuk kembali #HidupkanHidupmu dengan bisnis yang semakin berkembang pesat.