Tunjangan Hari Raya (THR), Bagaimana Ketentuan Perhitungannya?

tunjangan-hari-raya-THR

Tidak lama lagi kita akan memasuki Bulan Ramadhan. Di bulan ini, umat Islam diseluruh penjuru dunia akan melakukan puasa. Bulan Ramadhan identik dengan sahur dan buka puasa, namun ada hal yang menarik tentang bulan ini yang sangat dinanti oleh banyak orang. Apa ya kira-kira?

Baca juga: Info Seputar Lebaran 2019 Yang Wajib Anda Ketahui

Menjelang berakhirnya bulan puasa, biasanya orang-orang akan mendapatkan THR (Tunjangan Hari Raya) dan ini menjadi salah satu momen yang paling banyak dinanti oleh banyak orang.  

Pertanyaannya adalah apakah orang yang bukan beragama Islam juga turut mendapatkan THR dan bagaimana ketentuan perhitungan THR bagi pekerja perusahaan swasta dan PNS (Pegawai Negeri Sipil)?

Siapa yang berhak mendapatkan Tunjangan Hari Raya?

Tunjangan Hari Raya (THR) merupakan tunjangan yang wajib diberikan perusahaan kepada karyawannya sekali setahun pada saat hari raya keagamaan. Hari raya besar keagamaan dicantumkan dalam PP Nomor 78 Tahun 2015, yang menyebutkan tentang 5 hari raya besar keagamaan, yaitu sebagai berikut:

  1. Hari Raya Idul Fitri
  2. Hari Raya Natal
  3. Hari Raya Nyepi
  4. Hari Raya Waisak
  5. Hari Raya Imlek

Pada umumnya perusahaan akan memberikan THR pada saat Hari Raya Idul Fitri, ini dikarenakan penduduk mayoritas Indonesia beragaman Islam. Namun, apabila perusahaan juga dapat memberikan THR kepada karyawannya sesuai dengan hari raya keagamaan yang masing-masing karyawan selama mengikuti aturan perhitungan THR.

Nah, pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana perhitungan THR?

1. Bagi PNS (Pegawai Negeri Sipil) atau ASN (Aparatur Sipil Negara)

Bagi ASN, pemberian THR Lebaran juga dibarengi dengan gaji ke-13, sehingga nominalnya cukup besar. Berdasarkan PP Nomor 19 Tahun 2018, komponen THR ASN tahun 2018 meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan atau tunjangan umum, dan tunjangan kinerja. Komponen ini berbeda dengan tahun sebelumnya dimana komponen THR ASN hanya terdiri atas gaji pokok.

2. Bagi Pegawai Swasta

Berdasarkan Permenaker Nomor 6 Tahun 2019 Pasal 3 Ayat 1, besarnya THR ditetapkan sebagai berikut:

  1. Bagi pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih sebesar satu bulan upah
  2. Bagi pekerja yang mempunyai masa kerja satu bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 bulan diberikan secara proporsional dengan masa kerja yakni dengan perhitungan masa kerja/12 bulan x 1 bulan upah.

Perhatikan contoh kasus berikut ini:

1. Perhitungan THR bagi pekerja/ buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih sebesar satu bulan upah

Burhan adalah merupakan staf administrasi di PT Maju Mundur yang berlokasi di Cikarang selama 3 tahun dengan gaji pokok sebesar Rp5.000.000 sebulan, tunjangan makan Rp150.000, dan tunjangan transportasi Rp 300.000.

Berapa Tunjangan Hari Raya (THR) yang akan didapat oleh Burhan pada Mei 2019 nanti?

Rumus untuk menghitung THR Burhan adalah upah 1 bulan karena memiliki masa kerja 12 bulan/ lebih.

Perlu diingat, upah yang dimaksud adalah gaji pokok ditambah tunjangan tetap.

Tunjangan tetap sendiri berupa tunjangan jabatan, tunjangan anak, dan tunjangan perumahan. Sementara tunjangan konsumsi dan transportasi tidak termasuk tunjangan tetap.

Nah, berikut perhitungan THR Burhan:

Gaji pokok : Rp5.000.000

Tunjangan pokok : Rp0
THR : 1 x (Rp5.000.000 + Rp0) = Rp5.000.000

2. Perhitungan THR bagi pekerja yang mempunyai masa kerja satu bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 bulan diberikan secara proporsional dengan masa kerja yakni dengan perhitungan masa kerja/12 bulan x 1 bulan upah

Zubaidah adalah merupakan karyawan kontrak di Divisi Pemasaran PT Maju Jangan Mundur yang berlokasi di Bandung selama 6 bulan dengan gaji pokok sebesar Rp3.000.000 sebulan, tunjangan jabatan Rp300.000, tunjangan makan Rp200.000, dan tunjangan transportasi Rp 500.000. Berapa THR yang akan diterima oleh Zubaidah?

Rumus untuk menghitung THR Zubaidah adalah masa kerja/12 bulan x 1 bulan upah.

Gaji Pokok : Rp3.000.000

Tunjangan pokok : Rp300.000

THR : 6/12 x (Rp3.000.000 + Rp300.000) = Rp1.650.000

Zubaidah akan menerima Tunjangan Hari Raya Idul Fitri sebesar Rp1.650.000,-

Nah, cukup simpel ya perhitungannya. Namun, perlu diingat terkadang perusahaan memiliki kebijakan sendiri tentang perhitungan THR. Setidaknya, saat ini Anda memiliki gambaran tentang jumlah THR yang akan diterima.

Sudah siap terima THR belum?

Baca juga: Cari Tiket Pesawat Murah, Cek 5 Website Ini

Artikel Terkait

16 Thoughts to “Tunjangan Hari Raya (THR), Bagaimana Ketentuan Perhitungannya?”

  1. Ulamdtambuku

    Halo selamat siang, nama saya uland. Saya mau nanya apakah saya masih berhak mendapatkan thr tahun ini? Dimana kontrkku berakhir di tanggal 4 juni 2019. Mohon penjelasannya.
    Terima kasih

    1. Hi Ulamtambuku,

      Boleh tahu sudah berapa lama Kamu bekerja di kantor tersebut?

      1. Uland

        Sudah 2 tahun pak

  2. Mohon penjelasannya, apabila ada karyawan kontrak yg masa kerja habis di hari ke 15 puasa, apakah di peraturan pemerintah berhak mendapatkan THR?

    1. Hi Pak Ahmad,
      Berdasarkan pengalaman Admin, apabila kontrak Anda habis sebelum tanggal pembagian THR maka kemungkinan besar Anda tidak mendapatkan THR kecuali apabila kontrak Anda diperpanjang. Namun ada baiknya Anda menghubungi HRD Anda dan meminta penjelasan berdasarkan undang-undang yang berlaku.
      Terima kasih

  3. Ahmad

    Masa kerja sudah 2 THN

  4. Indo junaidi welong

    Masa kerja 3 tahun di PT BUDI SENTOSA ABADI BITUNG.. Gaji pokok 3.060.000 ..THR yang saya terima tgl 15 mei 2019 hanya 1.750.000. Tolong penjelasan kenapa bisa begitu?

  5. Rifqi

    Mohon penjelasannya, saya sudah bekerja selama 18bulan dan habis kontrak tgl 31 mei 2019 (H-4 lebaran) apakah saya masih berhak mendapat THR atau tidak? Terimakasih

    1. Ulamdtambuku

      Kok stts kita samaan yah, kayaknya kita gk dapat thr nih

  6. Uland

    Mohon infonya, jika kontrak berakhir padabulan Mei 2019. Dan thr di bagikan pada bulan mei, apakah saya berhak mendapatkan thr atau bagaimana

  7. Uland

    Sudah 2 tahun pak

  8. Bagasan

    Misal kalo karyawan masih bekerja dan pembagian thr tgl 20. Kontrak karyawan hbs tgl 22 apakah karyawan trsbt masih dapat thr.??

  9. Fatkhul Anwar

    Saya TTK tgl 8 maret.apakah saya berkhak mendapat THR

  10. Rifqi

    Saya habis kontrak 31 mei 2019(h-4 lebaran) saya sudah bekerja selama 18 bulan, apakah saya masih dapat THR atau tidak?

  11. Desy

    Mau tanya apa saya berhak mendapatkan THR di karenakan habis kontrak sebelum masa pembagian Thr tadi habis tgl 11 mei. Tolong penjelasannya? Terimakasih

  12. Yaldi

    Saya yaldi, saya sudah bekerja di suatu perusahaan, saya dikontrak selama 8 bln dari bulan September 2018 sampai April 2019, setelah itu masa kerja saya dilanjutkan sampai skrg, apakah saya berhak mendapatkan THR dari perhitungan proporsional dari kontrak 8 bln sebelumnya.

Leave a Comment