Yuk, Pahami Lebih Dalam Tentang Laporan Keuangan!

laporan-keuangan

JULOvers, pernah mendengar tentang laporan keuangan atau ingin tahu tentang laporan keuangan? Laporan keuangan merupakan salah satu hal penting yang perlu dibuat untuk mengetahui secara pasti kondisi finansial suatu organisasi atau perusahaan. Laporan keuangan pada dasarnya merupakan hasil akhir dari proses pencatatan transaksi keuangan suatu perusahaan, yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan tersebut pada satu periode akuntansi. Laporan keuangan tersebut juga bisa didefinisikan sebagai gambaran umum tentang kinerja sebuah perusahaan. Proses penyusunan dari laporan keuangan ini, menggunakan berbagai jenis sumber data seperti faktur, bon, laporan, bank, nota kredit, dan masih banyak lagi.

Pengertian Laporan Keuangan

Nah, supaya lebih paham lagi, kita baca dulu yuk, pengertian laporan keuangan menurut para ahli!

1. Kasmir

Menurut Kasmir (2013:7), financial statement adalah suatu laporan yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan saat ini atau periode berikutnya.

2. Sofyan S. Harahap

Menurut Sofyan S. Harahap (2006:105), pengertian laporan keuangan adalah suatu laporan yang menggambarkan kondisi keuangan dan hasil usaha suatu perusahaan pada jangka waktu tertentu.

3. Standar Akuntansi Keuangan (SAK)

Menurut SAK, laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan yang lengkap, meliputi; neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan (arus kas, atau arus dana, catatan, dan laporan lain) serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral darinya.

Fungsi Laporan Keuangan

Sampai sini sudah cukup paham kan, JULOvers? Selanjutnya, kita cari tahu yuk, fungsi dari laporan keuangan itu sendiri!

1.       Sebagai Gambaran Kondisi Perusahaan

Laporan keuangan juga dapat digunakan sebagai gambaran kondisi perusahaan dalam angka real secara keseluruhan. Laporan keuangannya juga dapat dimanfaatkan untuk kita mengetahui kerugian maupun keuntungan dari perusahaan.

2.   Sebagai Bahan Evaluasi Kinerja

Pihak manajemen perusahaan dapat menggunakan laporan keuangan untuk evaluasi dari segi kinerja. Selain itu, pihak perusahaan juga dapat membuat perencanaan, hingga mengambil keputusan berdasarkan kondisi perusahaan yang tertera di laporan keuangan tersebut.

3.   Untuk Tingkatkan Kredibilitas Perusahaan

Perusahaan yang membuat laporan keuangan, terutama dengan baik dan transparan, menunjukkan bahwa perusahaan tersebut memang memiliki kredibilitas yang baik dan mampu menjalankan operasional dengan baik. Dengan itu, citra perusahaan di mata masyarakat pun akan lebih positif.

Jenis Laporan Keuangan

Terakhir, kita bahas tentang jenis-jenis laporan keuangan yang sering digunakan perusahaan yuk!

1.       Laporan Laba Rugi

Yang pertama adalah laporan laba rugi. Sudah ada bayangan kan, apa isi dari laporan laba rugi ini? Benar banget, laporan laba rugi ini, berisi dan berfungsi untuk menunjukan kerugian maupun keuntungan yang dialami perusahaan dalam satu periode. Laporan ini juga memuat informasi tentang unsur pendapatan dan beban perusahaan. Jadi, lebih mudah untuk mengetahui laba maupun rugi bersihnya.

Umumnya, jenis laporan keuangan laba rugi terdiri dari dua bentuk yaitu:

a.       Single Step

Dalam laporan keuangan single step, format mudahnya adalah: Pendapatan jasa dikurangi beban-beban = laba/rugi bersih.

b. Multiple Step

Untuk laporan laba rugi multiple step, kamu hanya perlu memisahkan transaksi operasional dan non-operasional serta membandingkan biaya dan beban dengan pendapatan.

2.       Laporan Perubahan Modal

Berikutnya adalah laporan keuangan perubahan modal. Di dalam laporan keuangan perubahan modal ini, berisi informasi tentang perubahan modal maupun ekuitas perusahaan dalam suatu periode tertentu. Laporan perubahan modal juga menyediakan informasi terkait modal awal periode, pengambilan dana pribadi, maupun total laba dan rugi bersih perusahaan dalam periode tertentu. Jadi, laporan perubahan modal ini dibuat setelah membuat laporan laba-rugi.

3.       Laporan Neraca

Yang ketiga adalah laporan keuangan neraca, atau yang biasa dikenal juga dengan balance sheet. Simpelnya, laporan neraca dibuat untuk menunjukkan kondisi, posisi, serta informasi keuangan dalam periode tertentu. Dari laporan ini, kamu dapat mengetahui berapa jumlah aktiva (harta, aset), kewajiban (utang), dan ekuitas perusahaan.

Rumus dasar laporan neraca:

 “Aset=Liabilitas+Ekuitas”

4.       Laporan Arus Kas

Laporan arus kas, atau yang sering disebut dengan laporan cash flows. Cukup familiar nggak, JULOvers? Jadi, laporan ini dibuat untuk menunjukkan aliran kas yang masuk dan keluar dalam periode tertentu. Laporan arus kas ini juga dijadikan alat pertanggungjawaban cash flows selama periode pelaporan berlangsung.

Catatan Atas Laporan Keuangan

Terakhir, ada catatan atas laporan keuangan. Mungkin kamu masih asing dengan jenis laporan keuangan satu ini, karena banyak perusahaan yang lebih familiar dengan 4 jenis laporan keuangan di atas. Meskipun begitu, laporan keuangan ini cukup penting dan bisa membuat kamu lebih paham laporan keuangan lebih dalam dan secara menyeluruh. Dalam catatan atas laporan keuangan, berisi tentang hal-hal yang tertera dalam 4 laporan keuangan di atas. Selain itu, ada juga analisis, serta penyebab dan alasan yang berkaitan dengan data yang ada dalam laporan keuangan.

Nah, itu dia pengertian, fungsi, hingga jenis-jenis laporan keuangan yang perlu kamu ketahui, JULOvers. Semoga artikel ini bisa membantu kamu yang ingin tahu maupun sedang belajar cara membuat laporan keuangan ya!

Baca juga: Jastip: Bisnis Modal Kecil Dengan Untung Menggiurkan

Artikel Terkait

Leave a Comment