Indira A/ Keuangan & Bisnis/ 0 comments

Perkembangan teknologi yang begitu pesat menghadirkan kemudahan bagi masyarakat yang membutuhkan pinjaman dana. Seperti yang kita ketahui, Financial Technology (Fintech) atau yang biasa dikenal dengan pinjaman online telah “booming” selama beberapa tahun ke belakang di Indonesia. Hadirnya pinjaman online ini, tentu memudahkan orang-orang yang membutuhkan dana darurat untuk berbagai kebutuhan. Sebut saja kebutuhan sehari-hari, modal usaha, biaya kesehatan, pendidikan, dan masih banyak lagi. Tidak semua orang mampu mengelola pendapatan atau gajinya dengan baik sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhannya. 

Hingga saat ini, lebih dari 150 pinjaman online telah terdaftar dan memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pinjaman online yang resmi terdaftar, diawasi dan berizin OJK tentu tidak perlu dikhawatirkan. Akan tetapi, saat ini telah banyak beredar pinjaman online ilegal yang sangat meresahkan masyarakat karena dianggap sebagai “rentenir online”. Alih-alih membantu masyarakat dengan memberikan pinjaman darurat, pinjaman online ilegal ini malah membebani masyarakat yang terjerat dengan bunga yang mencekik. Banyak kasus pinjaman online ilegal yang berujung naas. Oleh karena itu, kali ini JULO akan kembali pada artikel Melek Fintech dengan judul “Bagaimana Cara Membedakan Fintech Legal & Ilegal?” Yuk, baca artikel kali ini sampai habis, JULOvers!

Ciri-ciri Pinjaman Online Ilegal:

  1. Tidak Terdaftar, Diawasi & Berizin OJK

Cara paling sederhana yang bisa kamu lakukan untuk mengecek apakah pinjaman online yang kamu tuju legal/ilegal adalah dengan mengecek daftar pinjaman online yang terdaftar, diawasi dan berizin OJK. OJK akan mengupdate daftar ini secara berkala, oleh karena itu, kamu bisa mengecek daftar tersebut di sini ya!

Baca juga: Wajib Tahu! List Terbaru Pinjaman Online yang Terdaftar dan Berizin OJK (Per Desember 2019)

2. Alamat & Identitas Perusahaan Tidak Valid

Cara kedua yang dapat kamu lakukan untuk mendeteksi pinjaman online ilegal adalah dengan mengecek apakah alamat & identitas pinjaman online tersebut valid atau tidak. Pinjaman online legal yang terdaftar di OJK tentu memiliki alamat kantor yang benar-benar valid dan sangat mudah ditemukan di mesin pencarian Google. Identitas perusahaan juga dapat kamu temukan dengan mudah. Akan tetapi, pinjaman online ilegal tidak akan melakukan hal tersebut, JULOvers. Mereka akan menggunakan alamat palsu atau malah menggunakan alamat pinjaman online lain agar terlihat “nyata”. Mereka juga tidak akan mencantumkan nomor telepon untuk layanan pengaduan. Wah, harus waspada dan rajin mengecek ya, JULOvers!

3. Bunga & Denda Keterlambatan Tidak Masuk Akal

Poin ketiga yang harus kamu pahami adalah pinjaman online ilegal menawarkan bunga & denda keterlambatan yang tidak masuk akal. Hmm, pinjaman online ilegal memang identik dengan istilah “rentenir online”, JULOvers. Mereka juga tidak membatasi nominal bunga dan denda yang akan dikenakan kepada kamu. Bukannya membantu, malah mencekik ya? Hal-hal seperti ini nih, yang membuat orang-orang takut pada pinjaman online. Padahal, pinjaman online yang resmi dan legal tentu akan membatasi bunga dan denda keterlambatan, bunga yang ditawarkan pun tidak selangit.

4. Syarat Pinjaman yang Terlalu Mudah

Pinjaman online yang resmi dan legal akan cukup selektif untuk menentukan nasabah mana yang bisa diberikan pinjaman. Namun kebalikannya, pinjaman online ilegal akan memberikan syarat dan ketentuan yang sangat mudah dan bahkan bisa mencairkan dana dalam waktu yang sangat singkat. 

5. Informasi Tidak Transparan

Cara selanjutnya yang bisa kamu lakukan untuk mengenali pinjaman online ilegal adalah dengan melihat informasi yang diberikan oleh pinjaman tersebut. Apakah mereka memberikan informasi yang transparan seperti persentase bunga, biaya-biaya yang perlu dibayar, hingga denda keterlambatan? Pinjaman online legal tentunya akan memberikan informasi tersebut dengan transparan melalui aplikasi, website, bahkan hingga media sosial yang mereka miliki.

Baca juga: Kenali Ciri-Ciri Aplikasi Pinjam Uang Ilegal Berikut Ini!

6. Cara Penagihan yang Tidak Sesuai Kode Etik

Beragam kasus pinjaman online ilegal yang beredar di Indonesia seringkali terkait dengan cara penagihan pinjaman online yang tidak sesuai dengan kode etik. Ancaman, pencemaran nama baik, seringkali menjadi masalah yang paling banyak ditemukan. Hal tersebut tentu tidak akan dilakukan oleh pinjaman online yang legal dan resmi terdaftar di OJK, JULOvers. Jadi, selalu waspada ya!

Jadi itu dia beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk mengenali pinjaman online ilegal. Sekarang, untuk membedakan pinjaman online ilegal dan legal, berikut ini adalah ciri-ciri pinjaman online yang legal dan resmi terdaftar OJK: 

1. Terdaftar, diawasi dan memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

2. Memiliki alamat perusahaan yang valid dan jelas

3. Identitas perusahaan mudah ditemukan

4. Terdapat nomor layanan pengaduan & customer service yang dapat membantu

5. Informasi terkait pinjaman transparan 

6. Terdapat maksimal persentase bunga dan denda keterlambatan

7. Seleksi nasabah yang cukup ketat

8. Penagihan pinjaman yang manusiawi

9. Media sosial jelas, dan verified

Sudah paham kan, JULOvers? Bagaimana cara mudah yang bisa kamu lakukan untuk mengenali pinjaman online ilegal? Bagi kamu yang masih bingung mencari pinjaman online legal yang tepat untuk kebutuhanmu, kamu dapat memilih pinjaman online JULO yang telah terdaftar dan diawasi oleh OJK. JULO menawarkan pinjaman hingga 8 juta rupiah yang dapat dicicil hingga 6 bulan dengan bunga 0,1% per harinya. Tertarik untuk mengajukan pinjaman? Silahkan download aplikasi JULO dengan klik link berikut ini dan ajukan pinjamanmu sekarang ya. 

Share this Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
*
*