Makna Lomba 17 Agustus yang Mungkin Kamu Belum Tahu!

makna-lomba-17-agustus

Saat memasuki bulan Agustus, tentu kalian sudah tidak asing lagi dengan suasana lingkungan rumah, sekolah, kampus, maupun pusat perbelanjaan yang mendadak berubah menjadi lebih meriah dan penuh dengan nuansa merah putih. Hal tersebut dilakukan untuk menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) tiap tahunnya. Berbagai tradisi seperti memasang bendera merah putih di rumah masing-masing, upacara bendera, hingga lomba 17 Agustus pasti lumrah untuk dilakukan. Hampir seluruh rakyat Indonesia yang tersebar di tanah air pasti merayakan peringatan HUT RI dengan lomba 17 Agustus. Hayooo, minimal sekali seumur hidup, pasti kamu pernah kan mengikuti lomba 17 Agustus maupun jadi panitianya? Setiap tahun, lomba 17 Agustus ini rutin diadakan oleh rakyat Indonesia. Selain menarik, lomba 17 Agustus ini secara tidak langsung mengumpulkan & mempererat hubungan kita yang biasanya sibuk dengan urusan masing-masing.

Jangan salah, lomba 17 Agustus ini juga memiliki sejarah tersendiri. Singkatnya, awalnya lomba 17 Agustus ini tidak pernah ada. Namun baru muncul setelah 5 tahun Indonesia merdeka, yaitu pada tahun 1950. Sejak Indonesia merdeka, tiap tahunnya masyarakat selalu antusias untuk menyambut HUT RI. Semakin lama, masyarakat semakin ingin memeriahkan dan mengingat sejarah perjuangan para pahlawan yang sudah mati-matian dan susah payah mendapatkan kemerdekaan, namun dengan cara yang menyenangkan. Lalu, dibuatlah lomba 17 Agustus ini. Dahulu, Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, juga merupakan tokoh yang sangat antusias dalam melaksanakan lomba 17 Agustus ini. Secara perlahan, lomba 17 Agustus meluas tidak hanya di daerah tertentu, namun ke seluruh penjuru tanah air, JULOvers. 

Baca juga: Jangan Lewatkan Promo Besar-Besaran Bulan Agustus 2019 Nanti!

Sejarah & Makna Lomba 17 Agustus

Nah, tapi kamu tahu nggak, kalau lomba 17 Agustus yang mungkin sering kalian ikuti ternyata memiliki makna tersendiri? Tidak hanya semata-mata untuk hiburan dan juga seru-seruan saja, tapi ada sejarah dan makna yang tersirat dibalik lomba 17 Agustus tersebut. Penasaran seperti apa? Yuk, simak makna lomba 17 Agustus berikut ini:

1.     Lomba Panjat Pinang

Lomba panjat pinang dapat dikatakan sebagai salah satu lomba 17 Agustus yang paling seru dan banyak ditunggu-tunggu. Bagaimana tidak, aturan lombanya tergolong sangat sulit dan hanya bisa dimenangkan oleh orang-orang yang jago memanjat saja. Aturannya, peserta diwajibkan untuk memanjat bambu yang tingginya kurang lebih 10 meter dengan badan yang dilumuri oli. Coba bayangkan, keadaan badan yang sudah dilumuri oli tentu sangat licin, kan? Dan kamu perlu memanjat bambu tinggi bersama peserta lain untuk mendapatkan hadiahnya! 

Walaupun tergolong sangat sulit, banyak sekali orang yang mendaftarkan diri untuk mengikuti lomba ini. Di zaman ini, hadiah yang diberikan untuk lomba panjat pinang memang cukup menggiurkan sih, bisa berupa tv, rice cooker, kipas angin, dan masih banyak lagi. Maka dari itu, tidak heran jika banyak orang yang antusias untuk mengikuti lomba ini. Namun, tahukah kamu sejarah dari lomba panjat pinang? Lomba panjat pinang sendiri sebenarnya adalah lomba 17 Agustus yang bertujuan untuk mengenang pahitnya zaman penjajahan Belanda. Nama lombanya pun diambil dari bahasa Belanda – De Klimmast yang berarti panjang tiang. Lomba ini dibawa oleh para penjajah asal Belanda ke Indonesia. Namun, pesertanya adalah pribumi yang saat itu sulit memenuhi kebutuhan pangan maupun sandang diadakanlah lomba ini oleh Belanda untuk pribumi merebutkan beras, pakaian, maupun hadiah lainnya. 

2.     Lomba Makan Kerupuk

Waktu kecil, mungkin kamu pernah nih ikutan lomba 17 Agustus yang satu ini. Lomba makan kerupuk merupakan salah satu lomba 17 Agustus yang wajib diadakan tiap tahunnya di berbagai daerah seluruh Indonesia. Aturan dalam lomba ini adalah kerupuk diikat dengan tali yang tipis atau tali rafia, lalu digantungkan secara berjejer dan ditempatkan lebih tinggi sesuai dengan tinggi badan masing-masing peserta. 

Sejarah dari lomba 17 Agustus yang satu ini cukup miris, karena merupakan simbol keprihatinan zaman dulu dimana rakyat sangat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka. Pada saat Belanda menjajah Indonesia, mayoritas rakyat Indonesia hanya mampu memakan nasi dan kerupuk. Sedih sekali, ya?

3.     Lomba Balap Karung

Lomba 17 Agustus berikutnya adalah lomba balap karung! Pernah mengikuti lomba ini, JULOvers? Lomba ini juga lomba 17 Agustus yang tidak kalah seru dan mengundang tawa penonton maupun peserta. Sebenarnya, aturan permainannya cukup simpel, namun sulit ketika dilakukan karena kaki peserta harus diselimuti dengan karung goni. Peserta pun harus berlomba-lomba untuk mencapai garis finish yang telah ditentukan. 

Sejarah untuk lomba yang satu ini adalah untuk mengingat zaman penjajahan yang dilakukan oleh Jepang. Saat itu, mayoritas masyarakat di Indonesia menggunakan baju yang dibuat dari karung goni. 

4.     Lomba Tarik Tambang

Terakhir ada lomba tarik tambang, JULOvers. Lomba ini umumnya dilakukan oleh orang dewasa. Peraturannya, peserta akan dibagi menjadi dua kelompok dengan jumlah yang seimbang, lalu mereka harus saling menarik dan menahan tali hingga salah satu kelompok harus berhasil menarik tali hingga melewati garis yang ditentukan, dan lawannya tidak mampu menahan lagi tali tersebut. 

Lomba 17 Agustus yang satu ini diadakan untuk mengenang keadaan zaman penjajahan Belanda yang penuh dengan kerja paksa. Salah satu cara mereka menyuruh masyarakat Indonesia melakukan kerja paksa adalah dengan menggunakan tali tambang untuk menarik benda-benda berat. Miris sekali, ya.

Jadi, itu dia lomba 17 Agustus yang pasti sudah tidak asing lagi untuk kalian. Saat ini, tentu tidak hanya lomba-lomba di atas saja yang sering diadakan ketika perayaan HUT RI. Semakin kesini, semakin beragam juga lomba 17 Agustus yang diadakan. Banyak juga lomba yang kreatif dan menarik seperti lomba menghias lingkungan rumah, lomba gigit koin, cerdas cermat, bakiak, fashion show dan masih banyak lagi. 

Ternyata, dibalik gelak tawa dan keceriaan saat lomba 17 Agustus diadakan, terdapat makna yang begitu dalam untuk mengenang jasa para Pahlawan dan juga masyarakat yang hidup pada zaman penjajahan. Semoga kedepannya, lomba 17 Agustus tidak hanya menjadi ajang untuk seru-seruan, namun bisa menjadi sebuah momen dimana kamu bisa menghargai jasa rakyat Indonesia dahulu dan juga lebih bersyukur dengan keadaan Indonesia saat ini. Jangan lupa juga untuk terus berkontribusi untuk Indonesia yang lebih maju dan unggul ya, JULOvers!

Baca juga: Cari Tiket Pesawat Murah, Cek 5 Website Ini

Artikel Terkait

Leave a Comment