Ingin Jadi Seorang Freelance? Pahami Dulu Kekurangan dan Kelebihannya di Sini!

Kamu mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah freelance atau pekerja lepas. Namun, tahukah kamu apa yang dimaksud dengan freelance itu sendiri? Jika kamu belum mengetahui tentang seluk beluk freelance, maka artikel ini akan cocok untukmu, JULOvers. Kali ini, JULO akan membahas tentang pengertian, jenis pekerjaan, hingga kelebihan dan kekurangan menjadi seorang freelance. Yuk, sama-sama kita pelajari lebih dalam tentang dunia kerja freelance!

Secara simple, freelance merupakan sebuah pekerjaan yang dilakukan secara mandiri dan tidak terikat dengan sebuah perjanjian maupun kontrak jangka panjang antara pekerja dan juga kliennya. Cukup berbeda dengan pekerjaan kantoran yang pada umumnya mengharuskan karyawannya bekerja selama 8 atau 9 jam, atau bahkan lebih. Namun, pekerja lepas atau freelance biasanya bebas menentukan  jam dan tempat kerjanya sendiri, tanpa harus berhadapan dengan kemacetan karena harus berada di kantor setiap hari dari pagi hingga malam hari.

Setiap tahunnya, pekerja freelance di Indonesia semakin bertambah dan semakin populer. Banyak orang yang menjadikan pekerjaan freelance sebagai sumber penghasilan utamanya. Namun ada juga yang menjadikan pekerjaan freelance sebagai pekerjaan sampingan untuk mendapatkan tambahan uang.

Berikut ini adalah beberapa contoh pekerjaan yang dapat dilakukan oleh seorang freelance:

1.       Design (logo, grafis, dll)

2.       SEO

3.       Artikel

4.       Membuat dan mengedit video

5.       Data entry

6.       Penerjemah

Selain ke-6 pekerjaan di atas, masih banyak lagi lho pekerjaan yang bisa dilakukan seorang freelancer. Tergantung pada kebutuhan klien. Selanjutnya, JULO akan membahas keuntungan & kekurangan yang mungkin dirasakan oleh seorang freelance:

Keuntungan freelance:

1.   Kebebasan Memilih Pekerjaan

Ketika memutuskan untuk menjadi seorang freelancer, keuntungan pertama yang dapat kamu rasakan adalah kebebasan dalam memilih sebuah pekerjaan. Kamu dapat menentukan sendiri, pekerjaan apa yang ingin kamu kerjakan maupun proyek apa yang ingin kamu ambil. Berbeda halnya dengan sebuah pekerjaan tetap, jika kamu sudah menyandang sebuah profesi dalam suatu perusahaan, kamu harus mengerjakan semua hal yang telah ditugaskan oleh atasan.

2.   Fleksibel

Keuntungan kedua yang dapat kamu rasakan saat menjadi seorang freelance adalah kebebasan dan fleksibilitas dalam berbagai hal. Umumnya, para freelance dapat mengerjakan pekerjaannya dimana pun dan kapan pun ia mau. Kamu dapat mulai bekerja pada siang hari, sore hari, ataupun malam hari. Kamu juga dapat mengerjakan tugasmu di dalam rumah, atau di luar rumah. Yang terpenting adalah kamu dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan apa yang diminta oleh klien.

3.       Bisa Mengerjakan Hal Lain

Sebagai seorang freelance, kamu sudah mendapatkan keuntungan seperti kebebasan memilih pekerjaan dan juga fleksibilitas waktu dan tempat. Oleh karena itu, kamu tentu jadi bisa mengerjakan hal lain di luar pekerjaan freelancemu dengan keuntungan tersebut. Sebagai contoh, kamu adalah seorang ibu rumah tangga (IRT) yang harus mengurus rumah dan juga anak. Ketika kamu menjadi seorang freelance, kamu dapat memilih pekerjaan yang sesuai dengan kemampuanmu, dan menyesuaikannya dengan pekerjaan sehari-hari sebagai IRT yang wajib kamu selesaikan. Kamu dapat melaksanakan kewajiban sebagai IRT pada hari pagi hingga siang atau sore hari, dan mulai mengerjakan tanggung jawabmu sebagai freelance pada malam hari.

4.   Pekerjaan Tetap Masih Bisa Dijalankan

Keuntungan lain ketika menjadi seorang freelance adalah dari segi pekerjaan. Kamu bisa menjadikan profesi freelance part time, maupun full time. Jika kamu ingin menjadi seorang part time freelance, kamu tetap bisa memiliki pekerjaan tetap, JULOvers. Tidak usah khawatir karena tidak ada kontrak terikat untuk masalah ini. Hingga saat ini, pekerja freelance juga masih sangat banyak dilakukan oleh seseorang yang memiliki pekerjaan tetap. Akan tetapi, jika kamu seorang ibu rumah tangga atau memiliki keterbatasan untuk bekerja di luar rumah, kamu dapat menjadi seorang full time freelance sebagai sumber utama penghasilanmu.

Kekurangan Freelance:

1.   Pendapatan Tidak Tetap/Fluktuatif

Kekurangan pekerjaan freelance yang paling umum dan sering menjadi pertimbangan adalah pendapatan yang tidak tetap. Berbeda dengan pekerjaan tetap yang digaji tiap bulan oleh perusahaan, seorang freelance akan mendapatkan penghasilan berdasarkan proyek yang sedang dikerjakannya saja. Proyek pekerjaan juga tidak dengan mudah menghampiri, kamu harus rajin mencari pekerjaan yang cocok denganmu. Ada kalanya juga kamu akan merasa kesulitan mendapatkan tawaran pekerjaan, terlebih lagi jika kamu adalah seseorang yang baru terjun ke dunia freelance.

2.   Harus Bekerja Secara Mandiri

Poin kekurangan lain yang harus kamu perhatikan saat menjadi seorang freelance adalah kamu harus menjadi seorang single fighter. Pekerja kantoran pada umumnya memiliki tim dan teman kantor yang dapat saling membantu menyelesaikan pekerjaan. Terdapat atasan juga yang mampu memberi masukan sekaligus menjadi mentor dalam sebuah perusahaan. Akan tetapi, saat kamu menjadi seorang freelance, kamu akan melakukan semuanya seorang diri. Seseorang yang baru memulai karirnya di dunia freelance juga harus aktif dan rajin mencari proyek pekerjaan yang sesuai agar pendapatan bisa terus masuk dengan lancar.

3.   Munculnya Banyak Distraksi

Sebagai seorang freelance yang bisa bekerja dimana saja dan kapan saja, kemungkinan timbulnya banyak distraksi sangat wajar dirasakan. Contoh: kamu adalah seorang ibu rumah tangga yang bekerja sebagai full time freelance. Kamu bisa saja merasakan distraksi dari berbagai hal di rumah ketika sedang melakukan pekerjaan. Bisa karena mendadak harus mengurus anak, harus membersihkan rumah, atau memenuhi kewajiban ibu rumah tangga lainnya. Contoh lainnya adalah jika kamu menjadikan freelance sebagai pekerjaan sampinganmu, distraksi mungkin hadir dari pekerjaan utama/pekerjaan tetapmu. Jadi, jika memang serius ingin menjadi seorang freelancer, kamu harus siap dengan kemungkinan ini ya, JULOvers.

4.   Tidak Mendapatkan Tunjangan

Kekurangan terakhir dari profesi freelance adalah tidak adanya tunjangan yang bisa dinikmati oleh para pekerja freelance. Pekerja kantoran umumnya selalu mendapatkan tunjangan seperti BPJS, BPJS Ketenagakerjaan, asuransi, dan tunjangan-tunjangan lainnya. Sedangkan, pekerja freelance tidak mendapatkan tunjangan-tunjangan tersebut.

Nah, sudah ada gambaran kan tentang dunia freelance? Masih berminat kah kamu menjadi seorang freelance? Atau malah lebih ingin menjadi seorang pekerja kantoran saja? Yang pasti, semua pekerjaan selalu memiliki kekurangan, kelebihan dan juga risiko masing-masing. Semuanya tergantung dengan bagaimana dirimu menjalani dan mencoba mensyukuri pekerjaan tersebut. Semangat, JULOvers!

Baca juga: http://julo.co.id/blog/cara-membuat-surat-lamaran-kerja/

Artikel Terkait

Leave a Comment