Bagaimana Cara Tepat Menghitung Zakat Penghasilan?

cara menghitung zakat

Pada dasarnya, zakat merupakan harta yang wajib dikeluarkan oleh orang yang beragama Islam dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya. Hukum zakat adalah wajib, jika telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Tidak hanya untuk membersihkan harta, namun zakat memiliki manfaat-manfaat sendiri bagi umat muslim, misalnya menyempurnakan iman seorang muslim. Umumnya, zakat terbagi menjadi 2, yaitu zakat mal dan zakat fitrah. Zakat mal merupakan zakat yang dikenakan atas harta (mal) yang dimiliki seorang muslim, sesuai dengan perhitungan, syarat dan ketentuan yang berlaku sesuai dengan syariat Islam. Sedangkan, zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan sebelum sholat Idul Fitri berlangsung.

cara menghitung zakat penghasilan

Selain kedua jenis zakat tersebut, pada tahun 2003 silam, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan peraturan baru tentang zakat penghasilan atau yang dikenal juga sebagai zakat profesi. Zakat penghasilan merupakan sebuah cara untuk membersihkan harta yang kita dapat dari melakukan segala pekerjaan halal yang menghasilkan uang. Akan tetapi, masih banyak orang yang belum mengeluarkan zakat penghasilan secara rutin. Zakat penghasilan ini, dikeluarkan ketika penghasilanmu sudah dihitung dan sudah mencapai nishab. Nishab merupakan sebuah perhitungan dari harga bahan pokok makan sehari-hari seperti beras maupun kurma, dikali dengan 520. Dalam artikel kali ini, JULO akan membahas tentang perhitungan zakat penghasilan. Yuk, kita simak cara menghitung zakat penghasilan berikut ini!

Cara Menghitung Zakat Penghasilan

1.   Nishab

Harga bahan pokok saat ini: Beras Rp. 10.000,-/kg

520 x 10.000 = Rp. 5.200.000,-

Penghasilan Dika perbulan adalah Rp. 7.500.000,- dan lebih dari jumlah perhitungan nishab di atas. Maka, penghasilan Dika telah mencapai nishab dan Dika wajib membayar zakat penghasilan sesuai dengan perhitungan yang berlaku, yaitu 2,5% dari penghasilan yang telah dikurangi dari kebutuhan pokok, misalnya, bayar cicilan tempat tinggal/kendaraan.

2.   Perhitungan Zakat Penghasilan

2,5% x (Penghasilan kotor – cicilan apartemen)

2,5% x (7.500.000-2.200.000)

2,5% x (5.300.000) = Rp. 132.500,-

Jadi, Dika wajib membayar zakat penghasilan sebesar Rp. 132.500,- setiap bulannya.

Seperti halnya dengan jenis zakat lainnya, zakat penghasilan juga tidak bisa diberikan ke sembarang orang. Sebelum memberikan zakat, kamu wajib tahu, golongan atau siapa sajakah yang berhak menerima zakat, termasuk zakat penghasilan agar zakat yang kamu berikan sampai ke tangan orang yang benar-benar berhak menerimanya. Yuk, simak siapa saja orang/golongan yang berhak menerima zakat berikut ini:

1.   Fakir

Fakir adalah seseorang/golongan yang tidak punya harta untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, dan dapat dikatakan sebagai golongan yang sangat melarat karena tidak memiliki tenaga dan dan tidak memiliki harta sama sekali untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Mereka sangat pantas menerima zakat yang kamu berikan.

cara menghitung zakat penghasilan

2.   Miskin

Berbeda dengan golongan fakir, seseorang/golongan miskin umumnya memiliki pekerjaan, dan dapat menghasilkan uang. Akan tetapi, mereka hanya memiliki sedikit harta yang hanya mampu memenuhi setengah atau lebih kebutuhan hidupnya.

3.   Al-amil

Al-amil merupakan orang yang mengumpulkan, mengelola, serta membagikan zakat. Mereka telah dipilih oleh para imam dan telah memenuhi syarat-syarat tertentu, seperti : muslim, aqil baligh, laki-laki, adil, bijaksana, dan sebagainya.

4.   Mu’alaf

Seseorang yang baru saja masuk ke agama Islam dan masih membutuhkan bimbingan dan penyesuaian.

cara menghitung zakat penghasilan

5.   Hamba Sahaya/Budak

Hamba sahaya atau yang lebih dikenal dengan budak merupakan orang yang ingin memerdekakan dirinya dari tuan/majikan/orang yang berkuasa. Golongan ini juga termasuk seseorang yang ditahan di penjara dan tidak mampu membayar uang tebusan.

6.   Gharimin

Seseorang/golongan yang memiliki hutang karena kepentingan pribadinya.

7.   Fisabilillah

Seseorang yang sedang berjuang di jalan Allah untuk memperjuangkan dan membela Islam, namun tanpa mendapatkan gaji/imbalan sama sekali.

8.   Ibnu Sabil

Musafir yang sedang mengalami kesulitan atau kesengsaraan dalam perjalanan. Misalnya habis perbekalan dalam perjalanan. Maka, mereka berhak menerima zakat.

Zakat penghasilan dapat kamu bayarkan tiap bulannya, maupun tiap tahun. Jika kamu ingin membayarkan zakat penghasilan pertahun, kamu tetap menggunakan rumus yang sama dengan di atas, namun yang membedakan hanyalah dikalikan dengan jumlah penghasilanmu pertahun. Dengan mengeluarkan zakat penghasilan, maupun zakat lainnya dengan rutin, diharapkan kamu dapat membantu dan memberi kepada orang-orang yang membutuhkan. Selain itu, dengan mengeluarkan zakat penghasilan, rezeki yang akan kamu dapat insyaAllah bisa lebih banyak lagi, jika kamu mengeluarkan zakat penghasilan ini dengan ikhlas dan niat yang baik.

cara menghitung zakat penghasilan

Jadi, sudah tahu kan, bagaimana cara perhitungan zakat penghasilan? Jangan lupa untuk menyisihkan sebagian dari penghasilanmu tiap bulan untuk mereka yang membutuhkan ya, JULOvers!

Baca juga: Zakat, Jenis dan Cara Menghitungnya

Artikel Terkait

Leave a Comment