Skip to main content
pengertian-jenis-zakat

Zakat, Jenis dan Cara Menghitungnya

Tidak lama lagi kita umat Muslim akan menyambut Bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan yang identik dengan bulan suci, biasanya diisi dengan berpuasa dan berbuat kebaikan. Kedua hal tersebut memang masuk ke dalam Rukun Islam, yakni Saum dan Zakat. Islam sendiri memiliki lima tindakan dasar (Rukun Islam) yang dianggap sebagai pondasi wajib bagi orang-orang beriman dan merupakan dasar dari kehidupan Muslim. Rukun tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Syahadat; menyatakan kalimat “tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad itu utusan Allah”
  2. Shalat: sembahyang lima waktu sehari
  3. Saum: berpuasa dan mengendalikan diri selama Bulan Ramadhan
  4. Zakat: memberikan 2.5% dari uang simpanan kepada orang miskin atau yang membutuhkan
  5. Haji: pergi ke Mekkah setidaknya sekali seumur hidup bagi mereka yang mampu
jenis dan cara menghitung zakat

Salah satu hal yang cukup sering diperbincangkan oleh banyak orang adalah zakat. Apa yang dimaksud dengan zakat? Apa saja jenis-jenis zakat? Dan, bagaimana cara menghitung zakat itu sendiri? Yuk, simak uraian berikut ini.

Pengertian zakat

Zakat dari segi istilah memiliki arti sebagai harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh seseorang yang menganut agama Islam untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya, misalnya fakir miskin, yatim piatu, dll.

Hukum zakat ini wajib apabila seseorang mampu secara finanisal dan telah mencapai batas minimal bayar zakat atau nisab. Seseorang yang memenuhi keempat hal ini wajib hukumnya untuk mengeluarkan zakat;

  1. Islam
  2. Merdeka
  3. Berakal dan baligh (dewasa)
  4. Hartanya memenuhi nisab

Nisab sendiri diartikan sebagai batas terendah yang ditetapkan secara syar’i menjadi pedoman untuk menentukan kewajiban mengeluarkan zakat bagi yang memiliki harta.

Jenis-Jenis Zakat

Secara umum terdapat 2 jenis zakat, yaitu zakat fitrah dan maal (kekayaan). Berikut ini adalah penjelasan masing-masing zakat:

1. Zakat Fitrah

Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh Muslim menjelang Idul Fitri (pada Bulan Ramadhan), dimana besar zakat ini adalah setara dengan 3.5 liter (2.7kg) makanan pokok daerah yang bersangkutan, misalnya gandum, beras, dll.

2. Zakat Maal (Kekayaan)

Zakat maal (kekayaan) adalah zakat yang wajib dikeluarkan seorang Muslim sesuai dengan nisab dan haulnya. Adapun waktu yang ditentukan untuk melakukan zakat maal tidak dibatasi, jadi bisa dikeluarkan sepanjang tahun saat seorang Muslim sudah memenuhi syarat zakat yang ditetapkan.

Zakat ini juga banyak jenisnya, seperti zakat penghasilan, perniagaan, hasil ternak, pertanian, tabungan, investasi, emas dan perak, dll. Penghitungan masing-masing jenis zakat pun berbeda-beda.

Bagaimana cara penghitungan zakat?

1. Cara menghitung zakat fitrah

Tidak ada cara menghitung zakat fitrah, namun ketentuan yang digunakan dalam menunaikan zakat fitrah adalah besaran yang diberikan adalah 3.5 liter (2.5kg) makanan pokok yang biasa dikonsumsi.

2. Cara menghitung zakat maal (kekayaan)

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa zakat maal memiliki banyak jenis. Pada artikel ini akan dibahas cara menghitung zakat yang paling umum yaitu, zakat penghasilan, zakat pertanian, dan tabungan.

  • Zakat penghasilan

Zakat penghasilan biasa disebut juga dengan zakat profesi. Zakat ini dikeluarkan dari penghasilan yang sudah mencapai nisab atau ukuran tertentu. Saat ini ukuran yang digunakan adalah setiap penghasilan yang setara dengan 520 kg beras wajib mengeluarkan zakat 2.5%.

Terdapat 2 cara menghitung zakat penghasilan yaitu:

  1. Menghitung dari penghasilan kasar, dimana besar zakat yang dikeluarkan = penghasilan total (keseluruhan) x 2.5%
  2. Menghitung dari penghasilan bersih, ada 2 cara menghitungnya yaitu;
    • Besar zakat yang dikeluarkan = Penghasilan total – Pengeluaran per bulan
      • Pengeluaran per bulan adalah pengeluaran kebutuhan primer (sandang, pangan, papan)
      • Pengeluaran per bulan termasuk pengeluaran diri, istri, 3 anak, orang tua, dan cicilan rumah.
      • Apabila seorang istri maka kebutuhan diri, 3 anak, dan cicilan rumah tidak termasuk dalam pengeluaran per bulan.
    • Besar zakat yang dikeluarkan = Penghasilan wajib zakat x 2.5%

Berikut ini adalah salah satu contoh penghitungan zakat penghasilan menggunakan kalkulator zakat Dompet Dhuafa:

Untuk penghasilan Rp6.000.000 per bulan, jumlah zakat yang harus dibayarkan per bulannya adalah Rp150.000,-

zakat penghasilan
  • Zakat pertanian

Zakat pertanian adalah zakat yang dikeluarkan oleh seseorang yang bermata pencaharian sebagai petani yang dibayarkan setiap masa panen.

Cara menghitung zakat pertanian menggunakan ketentuan sebagai berikut:

  1. Mencapai nisab 653 kg gabah atau setara 520 kg jika yang dihasilkan adalah makanan pokok
  2. Apabila selain makanan pokok, maka nisabnya disamakan dengan makanan pokok di daerah yang bersangkutan
  3. Persentase zakat apabila diairi dengan air hujan, sungai, atau mata air, maka 10%
  4. Persentase zakat apabila diairi dengan cara disiram atau irigasi maka zakatnya 5%
  • Zakat tabungan

Zakat tabungan adalah zakat yang dikeluarkan oleh seorang Muslim ketika memiliki uang yang telah tersimpan selama satu tahun dan nilainya setara 85gr emas, maka wajib mengeluarkan zakat sebesar 2.5%.

Itulah pengertian zakat, jenis-jenis zakat, dan cara menghitung zakat. Bulan Ramadhan sudah di depan mata, bagi Anda yang memenuhi syarat untuk melakukan zakat, jangan lupa untuk membayarkan zakat. Pembayaran zakat dapat dilakukan secara langsung maupun melalui platform. Zakat secara langsung misalnya langsung mengadakan acara amal untuk anak yatim piatu. Pembayaran zakat melalui platform dapat dilakukan melalui Dompet Dhuafa, KitaBisa, Badan Amil Zakat Nasional, Rumah Yatim, dan sejenisnya.

Jadi, berapa zakat yang harus Anda bayarkan di Bulan Ramadhan ini?

Baca juga: Info Seputar Lebaran 2019 Yang Wajib Anda Ketahui

One thought to “Zakat, Jenis dan Cara Menghitungnya”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *