Skip to main content
bayar-cash-atau-tunai

Pilih Mana, Bayar Tunai atau Kredit?

Adanya perkembangan kehidupan yang semakin modern baik di bidang elektronik, fashion, kuliner, maupun entertainment, tidak jarang menuntut perubahan gaya hidup manusia. Gaya hidup menjadi penting karena tidak sedikit orang menjadikan gaya hidup sebagai standar status sosial. Seseorang yang menggunakan produk terbaru dan branded dinilai lebih keren dibanding orang pada umumnya, sehingga tidak jarang hal ini mengakibatkan seseorang mengubah gaya hidupnya untuk bisa diterima di kalangan sosial tertentu. Ini mengakibatkan seseorang menjadi konsumtif baik dengan pembayaran tunai maupun kredit.

cash versus kredit

Berbicara tentang pembayaran secara tunai dan kredit, tahukah kamu ada beberapa pertimbangan yang dapat kamu lakukan sebelum memutuskan untuk membeli barang secara kredit atau tunai.

1. Cek resale value produk yang dibeli

Ketika Anda akan membeli produk dengan kredit, sebaiknya beli produk yang memiliki resale value tinggi, seperti tanah, apartemen, rumah, emas, dll. Produk-produk tersebut dari hari ke hari nilainya akan semakin tinggi, jadi apabila Anda membeli dengan kredit Anda tidak perlu khawatir dengan biaya penyusutan. Sebaliknya, apabila Anda membeli produk resale value rendah, seperti elektronik atau fashion, harga produk tersebut tidak akan meningkat, sehingga sebaiknya dibeli secara tunai.

2. Cek Jenis Bunga yang ditetapkan, Bunga floating (mengambang) atau flat (tetap)

Sebelum memutuskan untuk membeli secara kredit, sebaiknya cek terlebih dahulu bunga yang ditetapkan, apakah bunga floating atau flat. Bunga floating artinya, bunga dapat berubah, kadang turun dan kadang naik, sementara itu bunga flat adalah tetap selama periode kredit yang ditetapkan. Nah, sebaiknya pilihnya kredit yang menawarkan bunga flat karena sudah jelas dan resikonya lebih kecil.

3. Jumlah Uang tersisa jika Anda membeli secara tunai

Selain resale value dan bunga, hal yang perlu Anda pertimbangkan adalah kemampuan Anda dalam membeli produk. Misalnya, Anda memiliki tabungan Rp 20 juta, sementara Anda akan membeli produk senilai Rp 17 juta, berarti Anda hanya memiliki Rp 3 juta tersisa. Padahal, Anda perlu biaya untuk biaya hidup dan antisipasi biaya darurat. Apabila kasusnya seperti ini, sebaiknya Anda mempertimbangkan untuk membeli produk tersebut secara kredit.

4. Persentase cicilan kredit yang diambil

Hal yang tidak kalah pentingnya adalah nominal cicilan yang akan Anda bayar setiap bulannya. Sebelum menentukan untuk membeli secara kredit sebaiknya pertimbangkan juga, kemampuan Anda dalam membayar cicilan, jangan sampai Anda membayar cicilan dengan ½ dari penghasilan Anda. Hal ini akan mengakibatkan stabilitas keuangan Anda terganggu, karena Anda masih memiliki pengeluaran selain cicilan.

Itulah beberapa hal yang harus Anda pertimbangkan sebelum memilih  membeli produk secara tunai atau kredit. Dari hari ke hari, semakin banyak orang membeli produk secara kredit, padahal tidak jarang membeli secara tunai lebih menguntungkan, begitu juga sebaliknya. Keempat poin diatas akan membantu Anda lebih bijak dalam memutuskan membeli produk secara tunai atau kredit, sehingga gaya hidup tetap keren tanpa mengganggu stabilitas keuangan Anda.

Yuk lebih bijak dalam membelanjakan uang, JULOvers.

Baca juga: Pilih Mana, Pinjaman Uang Online Tenor Singkat atau Panjang?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *