Skip to main content
tips-pinjaman-uang-online

Jangan Mengajukan Pinjaman Online Untuk 4 Keperluan Ini

Semakin bertambahnya jumlah perusahaan yang menawarkan pinjaman online memberikan semakin banyak referensi bagi calon peminjam dalam memilih produk yang sesuai dengan kebutuhannya. Namun, adanya kemudahan tersebut tidak jarang membuat seseorang mengajukan pinjaman di lebih dari satu aplikasi pinjaman online. Hal tersebut bukan masalah selama Anda mampu membayar cicilan pinjaman. Namun, tidak jarang kita terbuai dengan mudahnya akses pinjaman, yang pada akhirnya memberatkan diri sendiri.

Nah, untuk menghindari hutang yang memberatkan di akhir, cobalah untuk menghindari pinjaman online dengan tujuan berikut ini.

1. DP (Down Payment) membeli rumah

Jangan menggunakan pinjaman online untuk membayar DP (down payment) membeli rumah. Mungkin sebagian dari Anda tahu bahwa untuk membeli rumah Anda dapat menggunakan KPR (Kredit Perumahan Rakyat), namun sebagai konsekuensinya adalah terdapat DP, besarannya biasanya 15% dari harga rumah yang ingin dibeli.

Misalnya, harga rumah yang ingin dibeli Rp 400 juta, berarti Anda harus membayar DP sebesar Rp 60 juta. Jumlah yang besar bukan?

Nah, tidak jarang orang mengambil pinjaman online untuk menambah DP membeli rumah, sehingga pada akhirnya akan ada 2 cicilan yang dibebankan setiap bulannya, yaitu cicilan pinjaman online dan cicilan rumah.

Pada Agustus 2018 lalu, pemerintah melalui Bank Indonesia (BI) merevisi aturan mengenai Loan to Value (LTV), dimana yang awalnya besaran LTV maksimum adalah 85%, kini bahkan bisa menjadi 100%. Jadi, apabila Anda ingin membeli rumah, cobalah mencari bank yang memberikan DP 0%.

kpr-kredit-pemilikan-rumah

2. Recurring Bills (Memenuhi Kebutuhan Sehari-hari)

Bagi Anda yang mengajukan pinjaman dengan tujuan memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti biaya makan, ongkos transportasi, dll, pinjaman online yang ditujukan dalam rangka pemenuhan kebutuhan sehari-hari bukanlah keputusan yang tepat. Biaya kebutuhan sehari-hari sebaiknya diambil dari gaji Anda, bukan dari pinjaman.

Bagi Anda yang ingin mengajukan pinjaman online untuk kebutuhan sehari-hari cobalah untuk mereview kembali pengeluaran Anda dan buat pos khusus untuk kebutuhan sehari-hari, sehingga Anda tidak perlu mengajukan pinjaman online.

3. Hedonisme (Shopping)

Tujuan lain orang mengajukan pinjaman online adalah untuk hedonisme/shopping. Pinjaman tunai yang diberikan oleh penyedia pinjaman online tidak jarang membuat orang kalap mata dalam berbelanja tanpa mempertimbangkan apakah produk tersebut dibutuhkan atau tidak, gaya hidup menjadi prioritas utama. Sebenarnya Anda bisa saja menggunakan pinjaman online untuk berbelanja, namun masih dalam batas wajar. Artinya, Anda memiliki kemampuan untuk membayar cicilan dan rutin membayar tepat waktu setiap bulannya, sehingga cicilan tidak menumpuk dan bertambah bunganya. Namun masalahnya adalah, tidak jarang kita berbelanja ketika cicilan sebelumnya belum lunas, akibatnya cicilan menumpuk. Akan lebih bijak, jika Anda sudah menyisihkan sepersekian dari gaji Anda untuk berbelanja. Atau, jika memang harus berbelanja melalui pinjaman online, cobalah untuk menyisihkan gaji Anda setiap bulannya untuk membayar cicilan dan tunda berbelanja sebelum cicilan pertama lunas.

4. Membayar Kartu Kredit

Gali lubang tutup lubang menjadi salah satu alasan seseorang mengajukan pinjaman online. Hal ini sering sekali terjadi, untuk membayar hutang di pinjaman A, kita mengajukan hutang dari pinjaman B. Hal ini akan mengakibatkan hutang semakin menumpuk dan apabila Anda tidak mampu membayar cicilan, Anda akan diteror oleh berbagai debt collector. Sebagai solusinya, cobalah untuk melunasi cicilan dengan mengurangi pengeluaran Anda, sehingga tidak perlu mengajukan pinjaman dari tempat lain.

Itulah pemanfaatan pinjaman online yang wajib Anda hindari, sehingga tidak akan membebankan Anda untuk membayar cicilan dan diteror oleh debt collector.

Semoga bermanfaat, yuk semakin bijak sebelum mengajukan pinjaman online.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *