Skip to main content
aftech-dukung-inklusi-keuangan-75-persen

2019, AFTECH (Asosiasi FinTech Indonesia) dukung Program Pemerintah 75% Inklusi Keuangan di Indonesia

Beberapa waktu lalu Bank Dunia dan International Finance Corporation (IFC) mengeluarkan data yang menyebutkan bahwa di Indonesia terdapat lending gap sebesar $165 miliar. Munculnya peer to peer lending dalam beberapa tahun terakhir semakin membuktikan adanya gap tersebut, dimana data yang dikeluarkan oleh OJK menyebutkan pada tahun 2018, perusahaan-perusahaan fintech (financial technology) sudah menyalurkan Rp13.8 triliun ke masyarakat. Hal ini semakin membuktikan bahwa Indonesia membutuhkan lebih banyak akses ke kredit.

Pada 2019, pemerintah menargetkan inklusi keuangan sebesar 75%, sebagai asosiasi yang menaungi perusahaan fintech (financial technology), AFTECH sangat mendukung perkembangan peer to peer lending sehingga dapat berpartisipasi dalam mewujudkan target 75% inklusi keuangan tersebut. Salah satu hal yang menjadi perhatian AFTECH adalah adanya isu negatif beberapa waktu lalu yang menimpa beberapa fintech (financial technology), sehingga menimbulkan stereotip negatif fintech (financial technology) oleh masyarakat. Terkait hal ini AFTECH sudah menetapkan Code of Conduct yang wajib ditandatangani oleh fintech peer to peer lending yang menjadi anggota AFTECH, dimana Code of Conduct tersebut dijadikan acuan dalam kegiatan operasionalnya. Adanya pelanggaran terhadap Code of Conduct akan mengakibatkan keanggotaannya dicabut dari AFTECH.

JULO, sebagai salah satu peer to peer lending, berkomitmen untuk terus memberikan akses pinjaman kepada masyarakat dengan mengikuti regulasi yang ditetapkan oleh OJK dan AFTECH, dan mendukung program pemerintah 75% inklusi keuangan dengan meningkatkan jumlah penyaluran dana ke masyarakat. Hal ini dilakukan dengan meningkatkan jumlah disbursement setiap bulannya. JULO juga berkomitmen untuk terus memberikan pinjaman dengan bunga ringan yaitu sebesar 0.1% per hari atau setara dengan 3-4% per bulan untuk produk JULO Cicil dan 10% untuk produk JULO Mini. Angka ini jauh lebih rendah dibanding pemain sejenis yang menerapkan bunga 1% per hari dan tenor lebih singkat. JULO Cicil sendiri merupakan pinjaman yang bisa dicicil hingga 6 bulan dengan maksimal limit 8 juta rupiah, sementara JULO Mini adalah pinjaman berdurasi 30 hari dengan maksimal limit 1 juta rupiah.

Saat ini JULO telah beroperasi di 14 daerah yaitu Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Surabaya, Malang, Bali, Medan, Bandung, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, Gorontalo, Ambon, dan Tarakan. Meningkatnya jumlah disbursement di seluruh area wilayah layanan JULO akan mengakibatkan semakin besar jumlah dana yang disalurkan.

Dengan meminjam uang di JULO, Anda turut serta mendukung target pemerintah dalam mencapai 75% inklusi keuangan di Indonesia pada 2019.

Sudahkah Anda mengajukan pinjaman di JULO?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *