Skip to main content
peranan-fintech-terhadap-inklusi-keuangan

Target 75% Inklusi Keuangan di Indonesia, Apa Peran Fintech (Financial Technology)?

Pada 2019, pemerintah menargetkan tercapainya 75% inklusi keuangan di Indonesia. Namun, tahukah kamu apa yang dimaksud dengan 75% inklusi keuangan? Inklusi keuangan sendiri secara sederhana dapat dihubungkan dengan jumlah orang atau pengguna jasa keuangan. Jasa keuangan disini dapat berupa akses ke perbankan, asuransi, maupun institusi keuangan lainnya. Nah, 75% inklusi keuangan berarti adanya harapan pemerintah dalam pemerataan akses keuangan bagi 75% masyarakat Indonesia. Angka persentase menunjukkan distribusi akses keuangan di masyarakat, artinya semakin besar persentasenya semakin merata masyarakat yang telah menjadi pengguna jasa keuangan.

Bagaimana cara pemerintah mencapai 75% inklusi keuangan di Indonesia pada 2019? Terjangkaunya akses keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat akan membantu menggerakkan perekonomian negara. Salah satu fasilitas yang ditawarkan oleh institusi keuangan adalah kredit. Di Indonesia, permintaan akan kredit sangat tinggi, BI memprediksi tingkat pertumbuhan kredit perbankan secara tahunan (year on year) akan mencapai 11,8%, lebih tinggi dibanding 2017 yang kurang dari 10%. Namun, perbankan juga tetap berhati-hati dalam menyalurkan permohonan kredit dilihat dari rata-rata persentase jumlah permohonan kredit yang tidak disetujui oleh bank sebesar 21,7% pada triwulan IV 2017.

Kembali ke pertanyaan awal, bagaimana pemerintah mencapai 75% inklusi keuangan di Indonesia?

Saat ini inklusi keuangan telah mencapai 60% di kanal-kanal tradisional. Nah, untuk mendukung perbankan, fintech (financial technology) memiliki peranan penting. Fintech bersama perbankan dapat menjadi partner demi tercapainya target 75% inklusi keuangan tersebut.

fintech-mendukung-inklusi-keuangan

Dalam hal ini, JULO sebagai salah satu fintech peer to peer lending akan berkontribusi menyalurkan lebih banyak pinjaman ke lebih banyak nasabah pada 2019. Pada Desember 2018 saja, JULO telah menyalurkan pinjaman ke puluhan ribu nasabah dan ini akan meningkat di 2019. Namun, bukan berarti JULO akan menyetujui setiap aplikasi yang masuk ke JULO. JULO memiliki sistem credit scoring yang akan menyaring siapa-siapa saja yang dapat menjadi nasabah. Hal ini bertujuan agar JULO dapat tetap menerapkan bunga yang bersaing dan proses collection yang beretika tanpa membebankan nasabah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *