Skip to main content
tips-pilihan-produk-investasi

Tips dan Pilihan Produk Investasi Bagi Pemula

Saat ini investasi bukan lagi kata yang yang asing kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Investasi bahkan disebut-sebut sebagai lifestyle. Semakin banyak orang menyadari pentingnya mengelola keuangan dan melakukan investasi. Memiliki investasi dapat membantu saat kondisi finansial memburuk dan lebih menjamin kesejahteraan di masa yang akan datang. Bahkan, saat ini semakin banyak institusi keuangan menawarkan produk investasi. Kondisi ini semakin membingungkan bagi seseorang yang baru memutuskan untuk mulai berinvestasi mengingat banyaknya produk yang ada di pasar. Lalu, apa yang harus dilakukan oleh seseorang yang ingin memulai berinvestasi? Berikut ini ada tips dan pilihan produk investasi yang bisa dijadikan referensi bagi Anda yang ingin mulai berinvestasi.

Investasi bagi pemula yang berusia 20-30 tahun

Usia 20-30 pada umumnya masih kesulitan mengelola keuangan. Mereka menyadari belum memiliki tanggungan, sehingga biasanya gaji yang diterima (bagi yang susah bekerja) atau uang jajan (bagi yang masih berkuliah) difokuskan untuk kulineran, belanja, atau traveling. Apabila Anda berada pada posisi ini, berikut tips yang dapat Anda gunakan:

  • Ada baiknya tujuan investasi untuk jangka panjang yaitu minimal 10 tahun.
  • Pilihlah produk investasi dengan risiko yang sesuai dengan karakter, apakah Anda berani mengambil risiko tinggi atau risiko rendah.
  • Persentase besaran uang yang bisa dikeluarkan untuk investasi mulai dari 50%-70% dari penghasilan.
  • Pilihan produk investasi yang cocok ialah saham, reksadana, unit-link, emas, properti, valuta asing, obligasi hingga deposito.

Investasi bagi pemula yang berusia 30-40 tahun

Usia 30-40 merupakan usia dimana seseorang berpikiran lebih dewasa dan menyadari bahwa mengelola keuangan sangatlah penting, terutama bagi mereka yang sudah menikah pada usia ini. Bagi Anda yang sudah berkeluarga di usia ini, akan ada banyak kebutuhan bulanan yang harus dipenuhi, seperti cicilan rumah, biaya hidup keluarga sehari-hari, biaya sekolah anak, biaya kesehatan, dan lain-lain. Oleh karena itu, Anda harus mampu menyisihkan sebagian dari penghasilan untuk kebutuhan di masa yang akan datang dan dana pensiun. Berikut tips bagi Anda yang ingin mulai berinvestasi pada usia ini:

  • Tetapkan tujuan investasi dengan jelas, misalnya untuk pendidikan anak atau dana pensiun
  • Pilih jangka investasi 5-10 tahun
  • Pilih investasi sesuai dengan karakter Anda, jika Anda berani mengambil risiko, Anda dapat berinvestasi saham, namun jika Anda tidak berani mengambil risiko maka deposito lebih cocok untuk Anda
  • Persentase investasi adalah 30-50% dari penghasilan
  • Produk investasi yang cocok bagi Anda adalah saham, reksadana, unit-link, emas, properti, valuta asing, obligasi, dan deposito

Baca juga: Mana Yang Lebih Menguntungkan, Menabung atau Investasi?

Investasi bagi pemula yang berusia diatas 50 tahun

Pertambahan usia mengakibatkan pengeluaran cenderung lebih besar dibanding penghasilan, mulai dari biaya kuliah anak, kebutuhan rumah tangga, hingga kebutuhan membahagiakan cucu. Bagi Anda yang berada di usia ini, seharusnya Anda sudah lebih bijak dalam mengelola keuangan. Namun, bila Anda baru akan mulai berinvestasi di usia ini tidak ada salahnya, namun ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan, yaitu sbb:

  • Tetapkan tujuan investasi dengan jelas, misalnya ibadah haji/umroh, dana pensiun 5-10 tahun kedepan, liburan hari tua bersama anak dan cucu, dan lain-lain
  • Pilih investasi jangka menengah (kurang dari 5 tahun)
  • Pilih produk investasi dengan risiko rendah
  • Persentase investasi adalah 20%-30% dari penghasilan
  • Produk investasi yang tepat adalah reksadana, emas, valuta asing, dan deposito

Itulah beberapa tips dan pilihan produk investasi yang dapat Anda jadikan referensi. Namun, perlu diingat bahwa pemilihan produk investasi sebaiknya disesuaikan dengan preferensi dan tujuan investasi Anda, apakah Anda lebih tertarik investasi dengan risiko rendah atau tinggi dan tujuan investasi jangka panjang atau pendek, dengan demikian Anda dapat memilih produk investasi dengan lebih bijak.

Gimana, kira-kira ada rencana investasi dalam waktu dekat?

Baca juga: Kerja di Jakarta, Mending Beli Apartemen di Pusat Kota atau Rumah di Pinggiran Jakarta?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *