Skip to main content
tips-alokasi-gaji

Tips Alokasi Gaji, Baru Gajian Bayar Apa Dulu ya?

Salah satu momen yang paling sering terjadi setelah gajian adalah momen berasa gajian masih lama karena gaji yang baru diterima sudah habis”. Momen ini pasti sangat dirasakan oleh Anda para milenial. Selain itu, salah satu penyebabnya adalah kebanyakan kita mengalokasikan gaji untuk dibelanjakan dahulu, kemudian bayar cicilan, dan sisanya baru ditabung. Ini salah karena sebaiknya gaji digunakan terlebih dahulu untuk membayar cicilan, menabung, baru sisanya dibelanjakan. Percaya atau tidak percaya, pengeluaran akan selalu berbanding lurus dengan gaji Anda. Jadi, apabila gaji tersebut dibelanjakan terlebih dahulu, seberapa besar pun gaji Anda, persentase gaji yang tersisa tetap kecil.

Padahal, ada cara agar Anda terhindar dari momen tersebut, bagaimana caranya? Berikut ini cara buat kamu mengalokasikan gaji sehingga awal bulan tidak terasa seperti akhir bulan.

  • Alokasikan gaji 10% untuk amal/sedekah

Kamu harus mengalokasikan 10% dari gaji yang didapat untuk amal atau sedekah. Melakukan amal/ sedekah merupakan salah satu bentuk investasi, yaitu investasi spiritual. Tujuannya adalah untuk kebaikan, saling berbagi, dan tidak menjadi budak uang.

  • Alokasikan gaji 20% untuk masa depan

Setidaknya Anda harus menginvestasikan 20% gaji untuk investasi masa depan. Investasi dapat dibagi menjadi 2 yaitu untuk investasi masa depan (investasi jangka panjang) dan keamanan masa depan, dengan proporsi masing-masing 10% namun dapat disesuaikan dengan tujuan kebutuhan investasi Anda. Untuk investasi jangka panjang Anda dapat berinvestasi di emas, reksadana, saham, deposito, dll. Namun, sebaiknya investasi tersebut dibagi untuk investasi risiko tinggi (saham) dan rendah (deposito) dengan proporsi masing-masing 5%. Sementara itu, untuk investasi keamanan masa depan Anda dapat memilih asuransi. Asuransi sangat membantu untuk terhindar dari kejadian yang memerlukan biaya besar, dengan adanya asuransi Anda dapat melindungi diri Anda dan keluarga di masa yang akan datang.

Baca juga: Mana Yang Lebih Menguntungkan, Menabung atau Investasi?

  • Alokasikan gaji 25% untuk cicilan produktif

Maksud dari cicilan produktif adalah cicilan untuk rumah atau kendaraan bermotor yang sifatnya menunjang kebutuhan untuk produktif. Bank pada umumnya mempertimbangkan bahwa cicilan bulanan yang Anda ambil tidak lebih dari ⅓ gaji atau/setara dengan 33% gaji. Pada konsep ini direkomendasikan untuk mengalokasikan 25% gaji untuk cicilan produktif, namun ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda.

  • Alokasikan gaji 5% untuk hiburan/ liburan

Selain untuk amal/ sedekah, investasi, dan cicilan produktif, hal yang tidak kalah pentingnya adalah alokasi untuk hiburan atau liburan. Direkomendasikan proporsinya tidak lebih dari 5% gaji Anda. Apabila Anda bukan tipe orang yang suka berlibur/ jalan-jalan, Anda dapat mengalokasikannya untuk membeli barang yang memberikan kepuasan sendiri sebagai penghargaan atas kerja Anda.

  • Alokasikan gaji 40% untuk kebutuhan/biaya hidup

Proporsi biaya hidup yang direkomendasikan adalah 40% dari gaji. Jumlah yang dialokasikan boleh Anda gunakan sampai habis, namun apabila ada yang tersisa akan lebih baik untuk ditabung kembali.

tips alokasi gaji

Itulah proporsi alokasi gaji yang dapat dijadikan Anda jadikan referensi. Singkatnya, ketika gajian Anda harus memprioritaskan untuk amal/sedekah, investasi, cicilan produktif, hiburan atau liburan, baru kemudian sisanya dialokasikan untuk biaya hidup. Namun perlu diingat, proporsi diatas dapat berubah sesuai kebutuhan Anda. Misalnya, 40% untuk kebutuhan sehari-hari terlalu besar, Anda dapat mengalokasikannya ke pos lain seperti untuk hiburan/liburan atau untuk investasi. Namun yang paling penting adalah Anda rutin mengikuti aturan yang sudah ditetapkan setiap bulannya.

Bagaimana? Sudahkah Kamu mengalokasikan gaji Kamu dengan bijak?

Baca juga: 6 Sumber Biaya Tak Terduga dan Cara Mengatasinya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *